Fisika Dan Pengukuran Besaran Fisika

Fisika Dan Pengukuran Besaran Fisika

Dzargon Physics - Seperti semua ilmu lainnya, fisika didasarkan pada pengamatan eksperimental dan pengukuran kuantitatif. Tujuan utama fisika adalah untuk menemukan terbatasnya jumlah hukum dasar yang mengatur fenomena alam dan menggunakannya untuk mengembangkan teori yang dapat memprediksi hasil percobaan di masa depan. Hukum dasar yang digunakan dalam mengembangkan teori diungkapkan dalam bahasa matematika, alat yang menyediakan jembatan antara teori dan eksperimen.

Bila perbedaan antara teori dan eksperimen muncul, teori baru harus dirumuskan untuk menghilangkan perbedaan tersebut. Sering kali sebuah teori memuaskan hanya dalam kondisi terbatas; Teori yang lebih umum mungkin memuaskan tanpa batasan seperti itu. Misalnya, hukum gerak yang ditemukan oleh Isaac Newton (1642-1727) pada abad ke-17 secara akurat menggambarkan gerak benda bergerak pada kecepatan normal namun tidak berlaku untuk benda yang bergerak dengan kecepatan yang sebanding dengan kecepatan cahaya. Sebaliknya, teori relativitas khusus yang dikembangkan oleh Albert Einstein (1879-1955) pada awal 1900-an memberi hasil yang sama dengan hukum Newton pada kecepatan rendah namun juga menggambarkan gerakan dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya dengan tepat. Oleh karena itu, teori relativitas khusus Einstein adalah teori gerak yang lebih umum.

Meter Fisika Dan Pengukuran Besaran Fisika


Fisika klasik meliputi teori, konsep, hukum, dan eksperimen dalam mekanika klasik, termodinamika, optik, dan elektromagnetisme yang dikembangkan sebelum tahun 1900. Kontribusi penting untuk fisika klasik diberikan oleh Newton, yang mengembangkan mekanika klasik sebagai teori sistematis dan merupakan salah satu penggagas Kalkulus sebagai alat matematika. Perkembangan utama mekanika berlanjut pada abad ke-18, namun bidang termodinamika dan listrik dan magnetisme tidak dikembangkan sampai akhir abad ke-19, terutama karena sebelum waktu itu peralatan untuk eksperimen terkontrol terlalu kasar atau tidak tersedia.

Sebuah revolusi besar dalam fisika, biasanya disebut sebagai fisika modern, dimulai menjelang akhir abad ke-19. Fisika modern berkembang terutama karena penemuan bahwa banyak fenomena fisik tidak dapat dijelaskan oleh fisika klasik. Dua perkembangan terpenting di era modern ini adalah teori relativitas dan mekanika kuantum. Teori relativitas Einstein tidak hanya menggambarkan gerakan benda yang bergerak dengan kecepatan yang sebanding dengan kecepatan cahaya tetapi juga merevolusi konsep tradisional ruang, waktu, dan energi secara keseluruhan. Teori relativitas juga menunjukkan bahwa kecepatan cahaya adalah batas atas kecepatan suatu benda dan massa dan energi itu terkait. Mekanika kuantum diformulasikan oleh sejumlah ilmuwan terkemuka untuk memberikan deskripsi fenomena fisik pada tingkat atom. Para ilmuwan terus berupaya memperbaiki pemahaman kita tentang undang-undang dasar, dan penemuan baru dilakukan setiap hari. Di banyak daerah penelitian ada banyak sekali

Tumpang tindih antara fisika, kimia, dan biologi. Bukti untuk tumpang tindih ini terlihat pada beberapa subspesialisasi dalam sains-biofisika, biokimia, fisika kimia, bioteknologi, dan sebagainya. Banyak kemajuan teknologi belakangan ini adalah hasil dari upaya banyak ilmuwan, insinyur, dan teknisi. Beberapa perkembangan yang paling menonjol pada paruh kedua abad ke 20 adalah (1) eksplorasi planet tak berawak dan pendaratan bulan berawak, (2) komputer sirkit mikro dan kecepatan tinggi, (3) teknik pencitraan canggih yang digunakan dalam penelitian ilmiah dan kedokteran, dan (4) beberapa hasil yang luar biasa dalam rekayasa genetika. Dampak dari perkembangan dan penemuan di masyarakat kita memang hebat, dan sangat mungkin penemuan dan perkembangan masa depan akan menarik, menantang, dan bermanfaat bagi kemanusiaan.

0 Response to "Fisika Dan Pengukuran Besaran Fisika"

Post a Comment