Aristoteles: Bapak Filsuf Barat

Aristoteles: Bapak Filsuf Barat

Aristoteles adalah seorang filsuf yunani pada era 384 SM hingga 322 SM yang telah berhasil memikirkan banyak hal yang melampaui jamannya pada saat itu. Ia memikirkan banyak hal mengenai Fisika, Metafisika, Logika, Retorika, Puisi, Politik, Pemerintahan, Biologi dan Zoologi. Aristotles adalah murid dari Plato dan guru dari Alexander Agung. 

Masa kejayaan Aristoteles berada pada masa kejayaan Alexander yang Agung. Dari kekuasaan yang diberikan kepadanya, Aristoteles membangun Akademi Lyceum yang dipimpin hingga 323 SM. Sejalan dengan jatuhnya Alexander yang Agung, Aristoteles ikut kehilangan kekuasaan dan harus mengungsi dari Athena untuk menghindari nasib naas sebagaimana yang pernah terjadi pada Socrates. Setahun kemudian Aristoteles meninggal dalam pengungsian.


Sumbangan Pemikiran.

Terdapat banyak sumbangan pemikiran yang disumbangkan oleh Aristoteles bagi ilmu pengetahuan. Pada saat memimpin Lyceum, terdapat enam karya tulis yang membahas mengenai Logika. Tidak hanya itu pada bidang ilmu alam, Aristoteles adalah orang yang pertama yang mengklasifikasikan Spesies-Spesies Bilogis secara sistematis. Kebanyakan karyanya berkembang berdasarkan rasa keingintahuan mengenai hukum alam dan keseimbangan hidup antara makhluk hidup.

Sistem logika yang dibangun oleh aristoteles adalah sistem berfikir Deduktif ata Reasoning deductive, yang sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran logika formal. Meskipun demikian, Aristoteles juga berkeyakinan bahwa pentingnya melakukan Pengamatan, Penelitian dan berfikir induktif dalam meninjau sebuah kasus. Selain dari fikiran sains, Aristoteles adalah orang yang mengajarkan definisi tuhan, Theos. Aristoteles berkeyakinan bahwa setiap dari gerakan sebuah benda menuju pada satu titik tujuan dan diatur oleh sesuatu yang memiliki kekuatan lebih besar dari alam. Zat mengatur ini selanjutnya disebut dengan istilah Theos atau God

Silogisme, Sampai saat ini silogisme masih digunakan setelah 23 abad lebih dimulai oleh aristoles. Ini merupakan sumbangan penting bagi ilmu pengetahuan.  Silogisme digunakan untuk menarik kesimpulan baru dari dua kebenaran yang ada. Kebenaran kebenaran dalam bentuk pernyataan disebut dengan premis.

Contoh Silogisme yang dibangun aristoteles:

Contoh Premis
Semua yang berasal dari pohon dan dapat dimakan adalah buah
Mangga berasal dari pohon dan dapat dimakan

Kesimpulan
Mangga adalah Buah

Hingga saat ini masih banyak sumbangan yang diberikan aristoteles dalam berbagai bidang, misalnya Kalor, Energi, Astronomi dan lain-lain. Meskipun kemudian ada banyak pendapat yang sudah tidak dapat lagi diterima karena fakta sains yang telah banyak diketahui melalui penelitian yang berkepanjangan dibandingkan hanya dengan menarik kesimpulan sederhana dari fakta fakta alam yang sangat terbatas untuk diamati pada saat itu.

0 Response to "Aristoteles: Bapak Filsuf Barat"

Post a Comment