Fisikawan Menemukan Metode Teleportasi Sejauh 25 km dari partikel quantum Photon

Fisikawan Menemukan Metode Teleportasi dengan jarak 25 km dari partikel quantum Photon

dzargonphysics.blogspot.com. Untuk pertama kalinya, tim ahli fisika telah berhasil teleport keadaan kuantum foton ke kristal lebih dari 25 kilometer jauhnya melalui kabel serat optik. Hal ini secara efektif menunjukkan bahwa keadaan kuantum foton, bukan komposisinya, adalah hal penting untuk proses teleportasi. Tim tersebut dipimpin oleh Nicolas Gisin dari Universitas Jenewa dan hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Nature Photonics. Dengan penemuan baru ini, tim Gisin telah berhasil mengalahkan rekor sebelumnya mereka satu dekade lalu oleh teleporting keadaan kuantum dari proton 6 kilometer. 

Keadaan kuantum foton mampu menyimpan informasi di bawah kondisi ekstrim sekalipun, termasuk perbedaan pada saat foton bergerak sebagai cahaya atau bergerak dalam kristal seperti materi. Bentuk foton berperilaku seperti sebuah informasi yang dapat teleport (berpindah dengan cepat) pada jarak yang jauh dengan menggunakan serat optik, kemudian dikembalikan lagi kedalam bentuk kristal. Hal ini dapat dicapai karena fenomena dalam mekanika kuantum yang dikenal sebagai belitan (entanglement), di mana dua partikel memiliki korelasi, meskipun fakta bahwa mereka tidak berkaitan dan tidak saling bertukar informasi satu sama lain.


Untuk menguji dan memastikan apa yang mereka mengamati benar-benar terjadi, satu foton disimpan dalam kristal sementara yang lain dikirim sepanjang serat optik, lebih dari jarak 25 kilometer. Foton yang dikirim sepanjang serat optik bertabrakan dengan foton ketiga, yang diasumsikan untuk menumbuk kedua foton tadi. Namun, informasi dari foton pertama dipindahkan ke foton ketiga pada saat tumbukan, hal ini seperti transfer energi yang terjadi ketika sebuah bola billiard mengenai bola billiard yang lain. Informasi dari foton ketiga kembali ke bentuk kristal di mana itu bisa diukur untuk memastikan informasi tetap tersimpan antara foton yang pertama dan kedua. 

Foton tidak secara fisik melakukan "​​teleport" seperti yang kita sering lihat pada film fiksi ilmiah, di mana tubuh seseorang dapat berpindah dari satu tempat ke tempat dalam hitungan detik. Sebaliknya, informasi yang terdapat pada foton sekarang-jauh dapat disimpulkan berdasarkan apa yang dilihat dengan informasi dalam foton dalam kristal. Dengan mengetahui satu, Anda sudah tahu yang lain. Namun, informasi apa yang sebenarnya tidak dapat diketahui sampai diperiksa. 

Félix Bussieres tim Gisin menjelaskan pada jumpa  pers: "bahwa keadaan kuantum dari dua elemen cahaya, kedua foton terjerat yang seperti tingkah laku dua kembar siam, sebuah saluran digunakan untuk mengubah partikel menjadi cahaya." apapun informasi yang memiliki  cahaya tetap tersimpan pada saat ia berperilaku sebagai cahaya tau bersifat sebagai partikel. ini bisa memberikan informasi yang yang baik mengenai informasi yang dibawa oleh foton, tidak pada sifatnya sebagai materi melainkan sifat kuantumnya. 

Belitan kuantum merupakan dasar untuk komputasi kuantum teoritis dan komunikasi kuantum, meskipun hal ini akan membutuhkan waktu yang sangat lama sebelum hasil ini dapat memiliki implikasi di dunia nyata. Pencapaian lab Gisin juga bisa memperbaiki cara interaksi kuantum.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fisikawan Menemukan Metode Teleportasi Sejauh 25 km dari partikel quantum Photon"

Post a Comment